Showing posts with label Algoritma. Show all posts
Showing posts with label Algoritma. Show all posts

Simbol FOD (Bagan Alir Dokumen)

Bagan Alir (Flowchart) menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005:263) adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma. 

Beberapa simbol yang digunakan dalam FOD (Bagan  Alir  Dokumen)  adalah sebagai berikut:

Simbol FOD (Bagan Alir Dokumen)
Simbol FOD (Bagan Alir Dokumen)
Simbol FOD (Bagan Alir Dokumen)
Simbol FOD (Bagan Alir Dokumen)

Kompleksitas Algoritma


Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Sebuah algoritma tidak saja harus benar, tetapi juga harus efisien. Algoritma yang bagus adalah algoritma yang efektif dan efisien. Untuk dapat mengetahui seberapa efisien suatu algoritma, dipakailah teori kompleksitas algoritma sebagai dasar kajian. Kompleksitas terbagi atas dua, yaitu kompleksitas waktu dan kompleksitas ruang.

Kompleksitas Waktu, T(n), adalah jumlah operasi yang dilakukan untuk melaksanakan algoritma sebagai fungsi dari ukuran masukan n. Maka, dalam mengukur kompleksitas waktu dihitunglah banyaknya operasi yang dilakukan oleh algoritma. Idealnya, kita memang harus menghitung semua operasi yang ada dalam suatu algoritma. Namun, untuk lasan praktis, cukup menghitung jumlah operasi abstrak yang mendasari suatu algoritma. Operasi abstrak ini disebut Operasi Dasar. 

Pada algoritma pengurutan, terutama pada pengurutan dengan perbandingan, operasi dasar adalah operasioperasi perbandingan elemen-elemen suatu larik dan operasi pertukaran elemen. Kedua hal itu dihitung secara terpisah, karena jumlah keduanya tidaklah sama. Biasanya kompleksitas algoritma dinyatakan secara asimptotik dengan notasi big-O. Jika kompleksitas waktu untuk menjalankan suatu algoritma dinyatakan dengan T(n), dan memenuhi T(n) ≤ C(f(n)) untuk n ≥ n0, maka kompleksitas dapat dinyatakan dengan:
Kompleksitas Algoritma

Terdapat 2 jenis penggunaan notasi Big O, yaitu :


  1. Infinite asymptotics
  2. Infinitesimal asymptotics

Perbedaan kedua jenis penggunaan notasi ini hanya pada aplikasi. Sebagai contoh, pada infinite asymptotics dengan persamaan
Kompleksitas Algoritma
Untuk n yang besar, pertumbuhan T(n) akan sebanding dengan n2 dan dengan mengabaikan suku yang tidak mendominasi kita, maka kita tuliskan:
 Kompleksitas Algoritma

Pada infinitesimal asymptotics, Big O digunakan untuk menjelaskan kesalahan dalam aproksimasi untuk sebuah fungsi matematika, sebagai contoh:
Kompleksitas Algoritma


Kesalahannya memiliki selisih:
Kompleksitas Algoritma